
JAKARTA, iDoPress- Trotoar di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di sepanjang kawasan dari Perpustakaan Nasional hingga Kantor BUMN, Jakarta Pusat dipadati sepeda motor, Senin (17/8/2026).
Diketahui, trotoar tersebut bukan termasuk kantong parkir resmi yang disediakan Dishub DKI.
Pantauan iDoPress di lokasi, motor-motor tersebut memenuhi ruang yang seharusnya digunakan pejalan kaki.
Kendaraan diparkir berjejer hingga menyisakan celah sempit di tengah trotoar.
Kondisi ini membuat pejalan kaki harus berjalan di antara deretan sepeda motor dan sesekali berhenti atau berbelok untuk mencari ruang yang bisa dilewati.
Jalur pemandu bagi penyandang tunanetra berwarna kuning yang berada di tengah trotoar juga tampak terhimpit oleh kendaraan yang parkir di kedua sisinya.
Di beberapa titik, keberadaan motor membuat jalur pedestrian terlihat seperti area parkir ketimbang ruang khusus pejalan kaki.
Sejumlah warga yang melintas tampak harus berjalan perlahan dan berhimpitan karena ruang yang tersedia sangat terbatas.
Bahkan, ketika ada pejalan kaki lain dari arah berlawanan, mereka harus bergantian di sela-sela motor yang terparkir.
Kondisi tersebut membuat trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi pejalan kaki justru sulit dilalui.
Hak pejalan kaki untuk menggunakan trotoar pun terasa semakin terpinggirkan oleh kendaraan yang memenuhi jalur pedestrian.
Seseorang yang diduga menjadi juru parkir liar bahkan mengarahkan pengendara untuk memasukkan sepeda motornya ke area trotoar.
“Masuk, masuk motor kecil masuk,” ucap salah satu petugas parkir liar.
Juru parkir liar lainnya yang mengenakan baju hitam mengatakan, pengendara dikenakan tarif Rp 10.000 untuk satu sepeda motor.
Saat ditanya apakah ada pihak tertentu yang meminta mereka membuka parkir di lokasi tersebut, juru parkir itu mengaku tidak mengetahuinya.