Gedung Eks Bandara Kemayoran Jakpus Terbengkalai, Wamensesneg: Tersandera Kontrak Mangkrak

JAKARTA, iDoPress -Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengungkapkan, terbengkalainya bangunan eks Bandara Internasional Kemayoran di Jakarta Pusat disebabkan oleh mangkraknya pekerjaan pengelolaan lahan dengan pihak mitra.

Hal tersebut disampaikan Juri saat meninjau langsung kondisi bangunan bersejarah yang terletak di kawasan Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran, tepatnya di Jalan Angkasa, pada Senin (6/7/2026).

Dalam video yang diterima iDoPress dari Tim Humas PapK Kemayoran, saat peninjauan, Juri melihat langsung bangunan yang tak terurus dan menyempatkan diri masuk ke ruang relief yang berstatus sebagai cagar budaya.

"Jadi bangunan ini tidak terurus karena tersandera oleh kontrak-kontrak kerja yang mangkrak ya, kontrak kerja yang mangkrak," ujar Juri dalam video tersebut, dikutip Selasa (7/7/2026).

Juri mengaku sangat menyayangkan kondisi bangunan yang tak terurus tersebut.

Padahal, kata dia, bangunan yang pernah menjadi tempat beroperasinya bandar udara pertama di Indonesia ini memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.

"Jadi sayang sekali, jadi gedung Bandara Internasional Kemayoran ini yang mestinya bisa dimanfaatkan sebagai bangunan bersejarah, sebagai heritage, jadi pelajaran anak-anak sekarang," ucap Juri.

"Ini salah satu lahan yang tidak dimanfaatkan berpuluh-puluh tahun dan tidak membayarkan kontribusinya kepada negara. Jadi ini salah satu cagar budaya yang akhirnya menjadi terlantar," kata dia.

iDoPress/Ridho Danu Prasetyo Penampakan bangunan eks Bandara Internasional Kemayoran yang terletak di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat kini menjadi gedung terbengkalai, Selasa (7/7/2026)Kondisi Bangunan Tak Terurus

Akibat proyek yang mangkrak, aset negara yang berlokasi tepat di seberang gerbang belakang Mall Mega Kemayoran (MGK) itu kini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.Berdasarkan pantauan iDoPress di lokasi, bangunan tersebut tampak tak terawat dan dibiarkan terbengkalai begitu saja.Dari luar, cat berwarna merah dan putih pada bangunan sudah memudar, kusam, dan mengelupas.Bangunan tersebut nampak masih berdiri kokoh, namun hanya menyisakan pilar-pilar penyangga beton semen.Coretan vandalisme menggunakan piloks pun turut menghiasi pilar-pilar penyangga, mulai dari area depan hingga dalam bangunan.Semak belukar dan pepohonan liar bahkan tampak tumbuh subur dari sela-sela lantai atas dan atap gedung, hingga area parkir.Memasuki area dalam gedung, suasana langsung berubah gelap, pengap, dan bahkan memberikan kesan suasana angker.
Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
© Hak Cipta 2009-2020 Merchant indonesia      Hubungi kami   SiteMap