Di Balik Fenomena 60.000 Calon Mahasiswa Lolos PTN Tak Daftar Ulang: Pilihan Atau Terpaksa?

JAKARTA, iDoPress - Lolos seleksi masuk perguruan tinggi semestinya menjadi akhir dari sebuah perjuangan panjang.

Namun bagi sebagian orang, pengumuman yang ditunggu-tunggu itu merupakan awal persoalan baru.

Fenomena 60.000 calon mahasiswa yang sudah lolos seleksi perguruan tinggi namun tidak melakukan daftar ulang menunjukkan hal itu.

Angka yang terekam pada tahun 2025 itu tidak berdiri sendiri, melainkan ada berbagai alasan yang melatarbelakangi. Lantas alasannya karena tidak sesuai pilihan atau justru keterpaksaan ketika pendapatan orang tua tidak memadai?

Prodi Tidak Terisi

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok mengatakan, kasus bangku kosong tahun lalu itu dipengaruhi beberapa faktor.

Pertama, prodi tersebut memang tidak terisi sesuai dengan kuota yang ditetapkan di awal.

Kedua, peserta calon mahasiswa jalur SNBP atau SNBT tidak mengambil pilihannya, ketika mengetahui lulus untuk prodi di pilihan kedua, ketiga, atau bahkan keempat.

Mereka dinilai akan tetap mencoba pilihan pertamanya pada jalur seleksi lain.

Hal ini kemudian membuat nama para pendaftar yang sudah tercantum di pengumuman jalur SNBP atau SNBT tidak ada lagi kelanjutannya.

"Dia mencoba (jalur) mandiri dan misalnya di mandiri lulus di pilihan satunya. Akhirnya dia memilih yang pilihan satu," jelas Eduart dalam penjelasannya.

Apakah alasannya hanya itu?

Tidak Ada Biaya

Ia tidak memungkiri, permasalahan biaya mungkin ada. Namun sejauh ini, ia masih mendata jumlah calon mahasiswa yang mengalami kendala itu, pada tahun 2026.

Sebab diketahui, saat ini seleksi mandiri kampus favorit masih berlangsung hingga Juli-Agustus. Artinya, data lengkap kemungkinan baru terkumpul pada Agustus mendatang.

Dugaan sementara berasal dari jumlah calon mahasiswa yang tidak lolos pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

"Yang pasti dugaan kita sementara itu dikarenakan pendaftar melalui jalur KIP Kuliah misalnya, itu yang dijatakan lulus misalnya 60.000 (orang), tetapi yang eligible ke KIP Kuliah-nya 30.000. Ada 30.000 lagi yang tidak mendapatkan biasiswa," ungkap Eduart.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
© Hak Cipta 2009-2020 Merchant indonesia      Hubungi kami   SiteMap