Wamenkes Minta Klinik di LP Tak Cuma Menunggu Orang Sakit, Tak Boleh "Nganggur"

JAKARTA, iDoPress - Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meminta klinik di Lembaga Pemasyarakatan (LP) tidak cuma menunggu orang sakit untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat.

Menurut Benjamin, klinik di LP harus dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan karena tenaga medis dan pegawainya telah digaji oleh negara.

"Tolong ya supaya di setiap LP saya tahu punya klinik, digaji, tapi mereka cuma nunggu orang sakit. Saya pergi ke berbagai macam klinik itu fungsinya cuma nunggu orang sakit. Mulai hari ini kalian enggak boleh nganggur," tegas Benjamin di RSU Permasyarakatan Jakarta, Jakarta Timur, Senin (10/8/2026).

Benjamin menuturkan, dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) klinik di LP dapat memberikan pelayanan deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, kelainan paru hingga jantung.

"Diatur berapa orang yang diperiksa tensi, gula darah yang paling gampang dulu. Nanti kita di sini ada chest X-ray, ada foto rontgen sehingga kalau kita difoto rontgen kalau ada kelainan paru, jantung ketahuan," kata dia.

Bukan hanya untuk masyarakat umum, warga binaan atau narapidana yang sedang menjalankan masa hukuman, juga mendapatkan hak yang sama.

"Caranya seluruh napi sebulan sekali ditensi, seluruh napi sebulan sekali dicek gula darah. Yang gula darahnya tinggi tinggal langsung dikontrol ketat, diobatin, termasuk pegawai LP dan yang berhubungan," tutur Benjamin.

Di samping itu, Benjamin mengungkapkan, Indonesia menempati peringkat kedua di dunia untuk jumlah kasus penyakit Tuberkulosis (TBC) terbanyak.

Sebagai dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi (ahli paru), Benjamin mengaku diperintahkan Presiden RI Prabowo Subianto untuk eliminasi kasus TBC.

"Jadi Presiden panggil saya karena saya ahli paru. 'Dokter Benny, kamu kan ahli paru, kamu beresin.' Maka saya sudah keliling 21 provinsi menjelaskan semua ini, baik ke Gubernur, Bupati, Kepala Dinas," kata dia.

Dengan CKG, Benjamin berharap langkah yang dilakukan pemerintah ini mampu mempercepat deteksi dini, memutus rantai penularan untuk menuju target bebas TBC 2030.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
© Hak Cipta 2009-2020 Merchant indonesia      Hubungi kami   SiteMap