"Ini Jakarta Selatan, Dekat PIM dan Gandaria City, tapi Masih Ada Sekolah Seperti Ini"

JAKARTA, iDoPress - Wali murid SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Evi Afrida (33), menyoroti belum juga direnovasinya bangunan sekolah yang rusak, meski berada di kawasan yang dikelilingi pusat perbelanjaan dan gedung-gedung tinggi di Jakarta Selatan.

Sekitar 1 kilometer dari sekolah berdiri tiga gedung Pondok Indah Mall (PIM) yang mengelilingi perempatan Pondok Indah.

Sementara sekitar 2 kilometer ke arah sebaliknya terdapat Gandaria City, serta sejumlah hotel dan apartemen.

“Kami orangtua sedih lho melihat sekolahnya kayak gini. Ini di Jakarta Selatan, yang berdekatan dengan Pondok Indah Mall, gedung-gedung tinggi, Gandaria City, tapi masih ada sekolah yang seperti ini,” tutur Evi saat ditemui di depan sekolah, Selasa (21/7/2026).

Evi mengatakan, pihak sekolah sempat menyampaikan ruang kelas yang rusak akan direnovasi setelah bangunan ambruk pada hari pelaksanaan Pilkada 2024.

Namun, hampir dua tahun berlalu, belum ada kepastian mengenai waktu dimulainya renovasi.

Padahal, berdasarkan informasi yang diterima para wali murid, sekolah tersebut telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan.

“Ibaratnya kami masih nunggu karena katanya kami harus nunggu, ada sekolah-sekolah lain juga katanya yang diprioritaskan. Katanya ini masuk prioritas tapi sampai detik ini pun enggak ada kepastiannya,” ujar dia.

Hingga kini, kondisi bangunan yang rusak semakin memprihatinkan.

Atap beserta kerangkanya telah ambruk, sementara bagian dalam ruang kelas dipenuhi rayap.

Buku-buku masih tersimpan di dalam lemari, sebagian lainnya berserakan di lantai.

iDoPress/HANIFAH SALSABILA Ruang kelas di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang rusak sejak 2024 lalu, masih belum direnovasi hingga sekarang, Selasa (21/7/2026).

Pecahan kaca yang tertutup debu dan lumut juga masih terlihat di sejumlah sudut ruangan.

Sedikitnya empat ruang kelas dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) terdampak kerusakan.

Demi alasan keselamatan, seluruh kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 Pagi.

Di sekolah tersebut, para siswa harus berbagi ruang kelas dengan murid sekolah induk sehingga kegiatan belajar dilakukan secara bergantian pada siang hingga sore hari.

Menurut Evi, perubahan jadwal tersebut berdampak pada rutinitas anak-anak. Waktu luang pada pagi hingga siang hari lebih sering dihabiskan untuk bermain gawai.

Di sisi lain, waktu istirahat sepulang sekolah berkurang karena harus belajar hingga sore.

Kegiatan mengaji yang sebelumnya rutin dilakukan pada sore hari pun ikut terganggu karena jadwal sekolah selesai menjelang malam.

“Jadi anak-anak tuh jadinya gadget. Kan tadinya enak nih, pagi dia bersekolah, sorenya dia mengaji, pulang sekolah istirahat, langsung bangun tidur ngaji lagi gitu,” kata dia.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
© Hak Cipta 2009-2020 Merchant indonesia      Hubungi kami   SiteMap