

BEKASI, iDoPress – Sejumlah siswa baru di SMA Negeri 1 Kota Bekasi atau Sekolah Maung mengaku sempat merasa gugup dan khawatir saat mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026).
Kekhawatiran itu muncul karena mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru, bertemu teman-teman dari berbagai sekolah, serta mengikuti kegiatan di sekolah yang dikenal memiliki persaingan akademik yang ketat.
Namun, kesan tersebut berubah setelah mereka menjalani rangkaian MPLS.
Para siswa mengaku disambut secara ramah oleh guru maupun kakak kelas sehingga proses adaptasi terasa lebih mudah dan nyaman.
Salah satu siswa baru, Muhammad Alfatih Faisal, mengaku sudah merasa cemas sejak proses seleksi masuk sekolah Maung.

iDoPress/NURPINI AULIA RAPIKA Suasana MPLS di SMA Negeri 1 Kota Bekasi, Rabu (15/7/2026). Kegiatan difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah dan penguatan pendidikan karakter.
Ia menyadari persaingan masuk Sekolah Maung sangat ketat karena diikuti banyak siswa berprestasi dari berbagai sekolah.
Perasaan gugup itu masih ia rasakan menjelang hari pertama masuk sekolah.
Namun, pengalaman yang dijalani justru jauh berbeda dari bayangannya.
"Pas MPLS ini sebenarnya saya enggak terlalu takut, hanya deg-degan. Tapi sejauh ini kakak kelasnya sangat baik, ramah, dan banyak membantu kami selama MPLS," kata Alfatih saat ditemui di SMAN 1 Kota Bekasi, Rabu.
Bagi Alfatih, MPLS menjadi kesempatan untuk mulai mengenal guru, teman-teman baru, serta membangun relasi yang kelak dapat mendukung proses belajar.
Lulusan SMP IT Thariq bin Ziyad itu juga mengaku menikmati suasana sekolah yang lebih beragam dibandingkan sekolah asalnya yang berbasis Islam terpadu.
Menurutnya, lingkungan baru tersebut menjadi kesempatan untuk belajar menghargai perbedaan sekaligus memperluas pergaulan.
Ke depan, Alfatih bertekad terus meningkatkan kemampuan belajar agar mampu bersaing secara sehat dengan teman-teman seangkatannya yang memiliki prestasi akademik tinggi.
"Targetnya saya bisa belajar lebih baik lagi, dan bisa meningkatkan performa dalam belajar saya," kata Alfatih.
Pengalaman serupa dirasakan Rossa Aliya W, siswi asal SMP Islam Al-Azhar 9 Kemang Pratama.