Pedal Padel Minta Maaf soal Dugaan Penyiksaan Karyawan di Kebayoran Lama Jaksel

JAKARTA, iDoPress - Manajemen Pedal Padel Indonesia akhirnya buka suara terkait kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Abdul Latif, karyawan toko perlengkapan padel di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @pedalpadel.id, perusahaan menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang diduga melibatkan sejumlah karyawannya dan kini tengah diproses hukum.

Dalam pernyataan resminya, manajemen Pedal Padel menegaskan tindakan yang diduga dilakukan oleh beberapa karyawan tersebut tidak diketahui, tidak diperintahkan, dan tidak disetujui oleh pemilik maupun manajemen perusahaan.

“Tindakan yang diduga dilakukan oleh beberapa karyawan tersebut sama sekali tidak diketahui, tidak diperintahkan, dan tidak disetujui oleh pemilik maupun manajemen Pedal Padel dalam kapasitas apapun,” tulis manajemen Pedal Padel dalam unggahan Instagram.

Manajemen juga mengungkapkan, sebelum insiden itu terjadi, perusahaan telah melakukan pemeriksaan internal terkait dugaan penyalahgunaan aset perusahaan dan melaporkannya kepada aparat penegak hukum sesuai prosedur.

Namun, perusahaan menegaskan bahwa proses tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan.

“Tidak ada alasan apapun termasuk dugaan pencurian yang dapat membenarkan tindakan kekerasan dan perampasan kebebasan seseorang,” tulis mereka.

Pedal Padel menyatakan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan dan berjanji bersikap kooperatif dengan pihak kepolisian.

Selain itu, perusahaan juga berkomitmen untuk mengevaluasi dan memperkuat tata kelola internal agar kejadian serupa tidak terulang.

Menanggapi pernyataan tersebut, kuasa hukum Abdul Latif, Nugraha Budi, menilai permintaan maaf dari manajemen Pedal Padel belum disertai tanggung jawab nyata kepada korban.

“Dari pengumuman resmi IG Pedal Padel, mereka hanya meminta maaf dan belum bertanggung jawab,” kata Nugraha saat dihubungi iDoPress, Sabtu (27/6/2026).

Nugraha mengungkapkan, pada Jumat (26/6/2026) malam sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB, istri dari empat tersangka yang kini ditahan sempat mendatangi rumah korban untuk meminta maaf.

Namun, Abdul Latif belum bersedia menemui mereka karena masih mengalami trauma akibat dugaan kekerasan yang dialaminya.

“Selama empat para istri tersangka yang ditahan ke rumah korban mau meminta maaf, tapi Abdul Latif belum berani bertemu karena masih trauma,” ujar Nugraha.

Meski demikian, Nugraha mengatakan korban dan keluarganya secara pribadi telah memaafkan para tersangka.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
© Hak Cipta 2009-2020 Merchant indonesia      Hubungi kami   SiteMap