



JAKARTA, iDoPress –Kawasan Jalan HR Rasuna Said, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, dipadati warga saat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD), Minggu (7/6/2026).
Pantauan iDoPress di lokasi sejak pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB, masyarakat terus berdatangan memanfaatkan ruas jalan yang ditutup dari lalu lintas kendaraan bermotor untuk berolahraga, berekreasi, hingga menikmati berbagai pertunjukan budaya dan permainan tradisional.
Sebagian warga terlihat jogging dan berjalan santai. Ada pula yang bersepeda, bermain sepatu roda, hingga mengikuti kegiatan olahraga bersama komunitas.
Sejumlah keluarga juga memanfaatkan akhir pekan untuk menghabiskan waktu bersama di ruang publik yang baru kembali rutin digelar tersebut.
Di sepanjang jalur CFD, kondisi kawasan terpantau relatif tertata. Pedagang kaki lima (PKL) tidak terlihat berjualan di trotoar maupun badan jalan karena telah ditempatkan di area khusus yang disediakan pemerintah di sekitar Gang Dharma Wanita.
Parkir liar juga nyaris tidak terlihat. Petugas dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP tampak berjaga di sejumlah titik untuk memastikan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Warga Nilai Lokasi Lebih Dekat dan Nyaman

iDoPress/NURPINI AULIA RAPIKA Suasana Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026). Sejumlah warga tampak memanfaatkan kawasan bebas kendaraan untuk berolahraga, bersantai, dan menikmati beragam aktivitas budaya serta permainan tradisional.
Salah seorang peserta CFD, Melda (32), warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, mengaku sengaja datang ke CFD Rasuna Said karena lokasinya lebih dekat dari tempat tinggalnya dibandingkan CFD Sudirman-Thamrin.
Ia berangkat sejak pagi dan tiba di lokasi sekitar pukul 05.50 WIB.
"Ini yang kedua kalinya saya mengikuti CFD di Rasuna Said. Kebetulan di sini yang lebih dekat dari rumah," ujar Melda saat ditemui di lokasi.
Menurut dia, suasana CFD Rasuna Said cukup nyaman untuk aktivitas olahraga ringan seperti jogging maupun jalan santai. Selain itu, akses menuju lokasi juga dinilai mudah karena terhubung dengan berbagai moda transportasi umum, seperti LRT dan Transjakarta.
"Buat karyawan seperti saya yang Senin sampai Jumat berkegiatan di kantor, kegiatan ini sangat menghibur saat ada waktu luang," kata dia.
Melda menilai CFD tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi juga sarana interaksi sosial bagi masyarakat.
"Jadi masyarakatnya bisa berinteraksi dengan banyak orang. Tidak hanya jalan-jalan ke mal atau tempat rekreasi," ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus digelar secara rutin sehingga masyarakat memiliki ruang untuk berolahraga tanpa terganggu lalu lintas kendaraan.
"Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin, ya. Biar warga Jakarta bisa berolahraga dengan tenang," ucap Melda.